Senin, 03 Juni 2013

Contoh PTK IPA SD Kls 4

PENGGUNAAN ALAT PERAGA ALAMIAH UNTUK MENINGKATKAN  PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MATERI BAGIAN BAGIAN TUMBUHAN DALAM PEMBELAJARAN IPA DI SDN 02 WONOMARTO KECAMATAN KOTABUMI UTARA  KABUPATEN LAMPUNG UTARA

( PENELITIAN TINDAKAN KELAS )
Disusun sebagai salah satu tugas mata
kuliah Penelitian Tindakan Kelas


Oleh
MMMMZZZNNNN
NIM.
822117639

UPBJJ-UT   BANDAR  LAMPUNG


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
2013





KATA PENGANTAR


Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah Kehadirat Allah SWT, hanya  dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas dengan tema Penggunaan Alat Peraga Alamiah Untuk Meningkatkan  Pemahaman Siswa Terhadap Materi Bagian Bagian Tumbuhan dalam Pembelajaran IPA di SDN 02 Wonomarto Kecamatan Kotabumi Utara  Kabupaten lampung Utara
PTK ini disusun dalam rangka upaya penulis untuk memperbaiki proses pembelajaranmata Pelajaran . IPA di SDN 02 Wonomarto Kecamatan Kotabumi Utara  Kabupaten lampung Utara
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas hingga terselesaikannya penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak, agar PTK ini dapat menjadi lebih baik.
Akhirnya penulis berharap semoga apa yang telah penulis sajikan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dapat diambil manfaatnya demi pengembangan ilmu pengetahuan.

Kotabumi, Juni 2013

        Penulis




DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................... 2
C. Tujuan Penelitian ……………………….. ............................................. 5
D. Manfaat Penelitian ……………………….. ........................................... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Pendekatan lingkungan dalam pembelajaran IPA................................... 7
       B. Pendekatan penemuan………………………............................................. 8
C. Metode Pembelajaran IPA kelas IV SD ................................................. 9
       D. Evaluasi Pembelajaran IPA di Kelas IV SD ……………………….….10
BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Subyek Penelitian ................................................................................... 11
B. Deskripsi per Siklus ................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 17

LAMPIRAN LAMPIRAN ……………………………………………………18



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Semua guru atau siswa pasti selalu mengharapkan agar setiap proses belajar mengajar dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya. Guru mengharapkan agar siswa dapat memahami setiap materi yang diajarkan, siswapun mengharapkan agar guru dapat menyampaikan atau menjelaskan pelajaran dengan baik, sehingga memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Akan tetapi harapan harapan itu tidak selalu dapat terwujud. Masih banyak siswa yang kurang memahami penjelasan guru. Ada siswa yang nilainya selalu rendah, bahkan ada siswa yang tidak bisa mengerjakan soal atau jika mengerjakan soalpun jawabannya asal–asalan. Semua itu menunjukkan bahwa guru harus selalu mengadakan perbaikan secara terus menerus dalam pembelajarannya, agar masalah masalah kesulitan belajar siswa dapat diatasi, sehingga  hasil belajar siswa mencapai tujuan yang diharapkan.
Masalah masalah yang dialami oleh siswa dalam pembelajaran tidak muncul begitu saja, tetapi ada factor faktor penyebabnya.  Apabila guru mampu mengidentifikasi penyebab timbulnya masalah yang dialami oleh siswa , maka guru tersebut akan dapat melakukan penanganan–penanganan yang tepat dalam memecahkan masalah pembelajarannya. Contoh  masalah yang sering muncul dalam pembelajaran yaitu siswa kurang memahami penjelasan guru, siswa tidak mengerti kata, kalimat, bentuk kalimat, yang diucapkan ataupun yang ditulis.  Hal Ini  mungkin  karena  penjelasan  guru tidak  disertai  alat  peraga  atau alat peraga kurang atau bahkan tidak sesuai.
Sejujurnya penggunaan alat peraga untuk pembelajaran IPA di SD jarang bahkan hampir tidak pernah digunakan oleh guru-guru SD, padahal alat peraga itu ada. Akhirnya alat peraga itu hanya jadi pajangan kantor  atau tersimpan rapi di lemari. Alat peraga IPA tidak perlu mahal, kita bisa menemukannya di sekitar kita seperti kebun sekolah, sawah, sungai, dan semua yang kita lihat di alam raya ini.  Oleh karena itu tugas PTK yang kami laksanakan ini mencoba mengambil tema “ Penggunaan Alat Peraga Alamiah Untuk Meningkatkan  Pemahaman Siswa Terhadap Materi Bagian Bagian Tumbuhan dalam Pembelajaran IPA di SDN 02 Wonomarto Kecamatan Kotabumi Utara  Kabupaten lampung Utara.”  Tentu saja alat peraga yang baik harus ditunjang oleh metode yang sesuai dengan materi pelajaran.
B.  Perumusan  Masalah
      1. Identifikasi Masalah
Setelah kami mengevaluasi dan mengamati hasil belajar siswa, serta mengingat kembali proses pembelajaran, maupun melihat catatan harian evaluasi pada akhir pelajaran IPA, ternyata hasil belajar siswa masih banyak masalah yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Masalah -masalah tersebut diantaranya yaitu:
                 - siswa membicarakan hal–hal  di luar materi waktu berdiskusi.
                 - siswa kurang memerhatikan penjelasan guru
                 - siswa kurang memahami bahasa/ maksud kalimat soal.
                  - siswa kurang aktif dalam diskusi kelas
                  - siswa menjawab soal asal–asalan / tidak tahu
                  - masih ada siswa yang tidak aktif dalam diskusi kelompok.
                  - beberapa siswa masih bertanya tentang tugas yang harus dikerjakan.
                  - sebagian siswa masih mencontoh/ menyontek dari teman waktu tes.
        2. Analisis Masalah
Setelah masalah–masalah yang teridentifikasi dianalisis, maka hasilnya menunjukkan bahwa penyebab munculnya masalah tersebut anta lain yaitu;
                  - guru tidak memberi tugas secara individual dalam kerja kelompok.
                  - penjelasan guru tidak disertai oleh pertanyaan/atau balikan.
                  - guru tidak memberi tekanan–tekanan dalam menjelaskan materi.
                  - guru kurang memusatkan perhatian siswa ketika siswa presentasi
                  - guru kurang memberi kesempatan waktu untuk berpikir
                  - guru kurang mengembangkan supervisi
                  - guru tidak menjelaskan secara rinci dan terlalu cepat.
                  - guru kurang bersikap preventif terhadap siswa yang menyontek
      3. Perumusan Masalah
Berdasarkan hasil analisis yang mengungkap berbagai penyebab  munculnya masalah kekurang-berhasilan pembelajaran IPA tersebut di atas, maka masalah yang menjadi fokus pebaikan itu dapat  dirumuskan sebagai berikut:
“ Bagaimana cara mengaktifkan, memotivasi, memusatkan perhatian, memberi pertanyaan, membimbing diskusi, agar mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IV dalam pelajaran IPA ”.
4. Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, pemecahan masalah atau alternatif tindakan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
                 - guru memberi tugas secara individual yaitu, setiap siswa harus
                   mencatat hasil diskusi  pada buku catatan.
                 - guru menjelaskan materi secara sistematis dengan memberikan
                   pertanyaan atau balikan denga bahasa yang lugas, serta menggunakan
                   alat peraga/ ilustrasi.
                 - guru  mengawasi dan memperhatikan pada seluruh siswa, serta
                   mengambil tindakan persuasif atau preventif.
                 - guru memberi kesempatan pada siswa untuk berpikir, ketika
                   melontarkan pertanyaan.
                 - guru berusaha  memotivasi siswa  dan memberi latihan latihan /
                   penugasan.
 C. Tujuan Penelitian
     1. Tujuan umum
Kegiatan penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan dan menemukan kebenaran  penggunaan alat peraga alamiah pada pembelajaran IPA  dapat  menjelaskan,  memotivasi,  memusatkan    perhatian,  serta  membantu meningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa.
    2. Tujuan Khusus
Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk :
       Meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa keles IV dalam
           pembelajaran IPA melalui penggunaan alat peraga alamiah.
       Membangkitkan motivasi siswa sehingga proses  belajar mengajar pada
           pelajaran IPA akan lebih bermakna  dan bergairah.
       Memusatkan perhatian siswa pada materi yang sedang diajarkan .
       Membiasakan belajar mandiri dan menemukan sendiri tujuan
           belajarnya melalui pengamatan terhadap alam sekitar
       Meningkatkan pemahaman  terhadap materi pelajaran IPA
D. Manfaat Hasil Penelitian
Manfaat hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
a)       Bagi guru yaitu dapat mengembangkan pengetahuan dan  keterampilan serta membangkitkan rasa percaya diri sehingga akan selalu bergairah dan bersemangat untuk memperbaiki  pembelajarannya secara terus menerus.
b)      Bagi siswa yaitu  dapat meningkatkan  pemahaman dalam menyerap materi yang dipelajari sehingga  proses  dan hasil belajar pun akan lebih meningkat pula.
c)       Bagi  sekolah  yaitu bermanfaat  untuk membantu sekolah  dalam mengembangkan dan menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas
yang  akan  menjadi  percontohan atau model bagi sekolah – sekolah,
            disamping akan terlahir guru – guru yang profesional  berpengalaman dan
            menjadi  kepercayaan orang tua masyarakat serta pemerintah.
Penelitian tindakan kelas ini bermanfaat bagi guru yang mau memperbaiki pembelajarannya terutama pada pelajaran IPA dengan penggunaan alat peraga alamiah. Penggunaan alat peraga alamiah yang menjadi inti penelitian ini merupakan alat peraga/alat bantu pembelajaran IPA yang murah dan mudah yang dapat ditemukan di lingkungan paling dekat di sekitar kita. Guru bisa memberi tugas kepada siswa untuk mempersiapkan dan mencari alat peraga alamiah ini, sehingga siswa akan selalu terkait dengan apa yang dipelajari di sekolah dengan lingkungan yang mereka lihat sehari-hari. Jika hal demikian selalu dibiasakan maka keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA akan mudah diwujudkan .

  
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.  Pendekatan Lingkungan dalam Pembelajaran IPA.
Konsep pembelajaran merupakan usaha mengelola lingkungan dengan sengaja agar seseorang membentuk diri secara positif tertentu dalam kondisi tertentu (Miarso, 2004 : 528). Berangkat dari konsep tersebut maka pemberdayaan dan pengelolaan lingkungan sebagai sumber belajar maupun pendekatan belajar tidak bisa diabaikan.   
Pendekatan pembelajaran yang digunakan berperan penting dalam menentukan berhasil tidaknya proses belajar IPA yang diinginkan. Pendekatan dalam pembelajaran merupakan proses mengalami untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. Oleh karena itu tiap pokok bahasan yang diajarkan harus menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu, dimana guru jangan menggunakan hanya satu atau dua pendekatan saja.
Berbagai pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA, antara lain pendekatan lingkungan. Pendekatan lingkungan merupakan pendekatan yang memanfaatkan alam sekitar seperti halaman, kebun, lapang rumput, semak semak, hutan, selokan, sungai, danau, pantai, laut, kawasan industri, dan lain sebagainya untuk dijadikan alat peraga ataupun sumber belajar. Untuk  membuktikan  bahwa  tumbuhan  memiliki  bagian-bagian  mungkin  guru perlu membawa siswa ke kebun sekolah atau membawa beberapa contoh tumbuhan  yang masih kecil ke kelas, atau memberi tugas secara kelomok untuk membawa macam-macam tumbuhan seperti tanaman padi, jagung, kunyit, bunga, tebu, ubi, singkong, sirih, dan tanaman yang masih berupa bibit. Oleh karena dalam melaksanakan proses pembelajaran IPA, banyak sekali pendekatan lingkungan yang harus digunakan oleh guru. seperti materi tentang tumbuhan atau hewan sudah pasti  banyak memerlukan contoh kongkrit dari lingkungan  alam sekitar, maka sangat disayangkan apabila dalam penelitian Ilmu Pengetahuan Alam, guru tidak menggunakan pendekatan lingkungan untuk proses pembelajaran siswa.
Pendekatan lingkungan  dalam pembelajaran akan mengatasi kesulitan belajar siswa, pembelajaran akan lebih menarik, mengurangi verbalsme, lebih memusatkan perhatian, dan meningkatkan pemahan siswa, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.
B.  Pendekatan penemuan
Pendekatan penemuan (discovery) merupakan proses belajar untuk menemukan sendiri pemecahan masalah yang dihadapi. Dalam   pendekatan ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental sendiri, sedangkan guru hanya memberi bimbingan dan arahan.
Pendekatan ini erat kaitannya dengan teori belajar (Bruner, 1915) yang beranggapan bahwa belajar merupakan sesuatu kegiatan pengolahan informasi untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan ,mengenal dan menjelaskan gejala  yang
ada di lingkungan. Dalam penerapannya Bruner mengembangkan model pembelajaran penemuan (discovery learning), yang prinsipnya siswa  memperoleh informasi sendiri dengan bantuan guru dan menggunakan barang nyata (alamiah ).
Dari uraian singkat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pendekatan lingkungan tidak bisa dipisahkan dari pendekatan penemuan. Dimana guru dan siswa akan memerlukan lingkungan dalam menemukan informasi sesuai dengan hakikat manusia yang mempunyai sifat untuk selalu ingin mencari pengetahuan, dan memecahkan masalah sehingga akan memperoleh pengetahuan yang bermakna.
C.  Metode Pembelajaran IPA kelas IV SD
Pendekatan pembelajaran di kelas IV SD merupakan awal pembelajaran dengan pendekatan kompetensi bidang mata pelajaran, setelah pembelajaran dengan pendekatan terpadu atau tematik di kelas di bawahnya. Pembelajaran di kelaas IV  lebih menekankan pada pengembangan konsep dan generalisasi  secara logis dan sistematis.
Metode yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar IPA di kelas IV diantaranya ceramah, tanya jawab, latihan atau drill, kerja kelompok, observasi atau pengamataan, experimen atau percobaan, inkuiri, discoveri (penemuan). Siswa dibimbing dengan menggunakan pembelajaran konstruktif yaitu mencari, menemukan,menggolongkan, menyusun, mengkaji, menyimpulkan sendiri atau bersama-sama dalam kerja kelompok tentang tujuan-tujuan pembelajarannya.
Setiap konsep dan sub konsep disajikan dengan melibatkan buku sumber IPA, lingkungan, masyarakat. , atau teknologi. Dengan demikian siswa diharapkan  dapat termotivasi rasa keingintahuannya, menambah wawasan  dan penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari, mengembangkan keterampilan proses, ikut serta melestarikan lingkungan, menumbuhkan kesadaran dalam menghargai alam sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
D.  Evaluasi Pembelajaran IPA di Kelas IV SD
Evaluasi pembelajaran IPA meliputi penilaian proses dan hasil. Penilaian proses dibagi atas ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian yang sifatnya kognitif dilaksanakan dengan tes lisan atau tes tertulis dalam bentuk pertanyaan esai atau bentuk pilihan ganda. Sedangkan penilaian yang bersifat pengembangan psikomotor dan afektif dilaksanakan melalui observasi. Hasil penilaian proses digunakan untuk menentukan kualitas pembelajaran bukan untuk menentukan nilai peserta didik/ siswa.
Penilaian hasil pembelajaran IPA yang bersifat kognitif menggunakan tes bentuk obyektif atau tes bentuk uraian.  Hasil  penilaian hasil digunakan untuk menentukan kualitas tercapainya tujuan belajar siswa. Penilaian yang bersifat psikomotor dengan menggunakan teknik observasi, praktek experimen, pemberian tugas dan lain-lain. Sebagaimana mata pelajaran lain, hasil penilaian mata pelajaran IPA pun diharapkan mencapai hasil yang maksimal sesuai tujuan pembelajaran IPA dan tujuan pendidikan nasional

BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Subjek Penelitian
Peneltian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di kelas IV SDN 02 Wonomarto  Kecamatan Kotabumi Utara  kabupaten Lampung Utara. Mata pelajaran yang menjadi subjek  penelitian yaitu mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi pokok “Bagian- bagian tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri”, dengan menggunakan alat peraga  alamiah.
Jumlah siswa kelas IV SDN 02 Wonomarto  Kecamatan Kotabumi Utara  kabupaten Lampung Utara pada saat PTK ini dilaksanakan yaitu sebanyak 23 orang, terdiri dari 12 orang siswalaki-laki dan 11 orang siswa  perempuan. Kapasitas tempat duduk terdiri atas 12  meja dan 23 tempat duduk/ kursi. Tingkat kemampuan para siswa bervariasi ada yang kurang, ada yang sedang dan ada pula beberapa orang di atas rata-rata. Dari data ulangan IPA pada tes jeda semester  tahun 2012 tercatat siswa yang memiliki nilai di atas KKM yaitu 13 oarang atau 56,5% dari 23 orang siswa. Siswa yang berada dibawah KKM  ada 7 orang siswa atau 30,4% dan sisanya memiliki nilai sama dengan KKM, dimana KKM untu pelajaran IPA semester 1 SDN 02 Wonomarto  Kecamatan Kotabumi Utara  kabupaten Lampung Utara yaitu 64,9.
 Jadwal Pelaksanaan Perbaikan dalam PTK
Mata Pelajaran IPA
NO
Hari/ tanggal
Siklus
Materi
1
Rabu,17 -10-2012
I
Bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya
2
Rabu, 24-10-2012
II
Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya
3
Rabu, 31-10-2012
III
Bagian-bagian tumbuhan dan fuingsinya

B. Deskripsi per Siklus
 Langkah –langkah yang dilakukan dalam penelitian tindakan kelas di kelas IV SDN 02  Wonomarto  Kecamatan Kotabumi Utara  kabupaten Lampung Utara dengan materi bagian-bagian tumbuhan dan fungsinya adalah sebagai berikut :     
     1. Rencana  
      Siklus I
a.   Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran
b.   Menyampaikan tujuan
c.   Menjelaskan langkah–langkah pembelajaran
d.   Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan diajarkan
e.   Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru mengadakan 
      tanya jawab tentang bagian–bagian tumbuhan
f.   Membimbing diskusi kelompok mengenai bagian-bagian akar dan  fungsinya.
g.  Membimbing pengamatan siswa dalam diskusi tentang jenis-jenis akar dan
      mengelompokkan  tumbuhan berdasarkan jenis akarnya.
h.  Menyimpulkan  pelajaran
i.   Mengadakan post tes
     Siklus II
a.  Mengondisikan siswa pada situasi pembelajaran
b.  Menyampaikan tujuan
c   Menjelaskan langkah – langkah pembelajaran
d   Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan akan diajarkan
e.  Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru mengadakan  tanya
     jawab tentang bagian – bagian tumbuhan
f.  Membimbing diskusi kelompok mengenai bagian - bagian akar
     dan  fungsinya.
g.  Membimbing pengamatan langsung siswa dalam diskusi tentang  jenis – jenis
     akar dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jenis akarnya.
h.  Menyimpulkan  pelajaran
i.   Mengadakan post tes            
                       Siklus III         
a.   Mengkondisikan siswa pada situasi pembelajaran
b.   Menyampaikan tujuan
c.   Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran
d.   Mengaitkan pelajaran yang lalu dengan yang materi yang akan akan diajarkan
e.   Dengan mengamati gambar jenis jenis akar, siswa dan guru mengadakan 
      tanya jawab tentang bagian-bagian tumbuhan               
f.   Membimbing diskusi kelompok mengenai bagian - bagian akar dan  fungsinya.
g    Membimbing pengamatan langsung siswa dalam diskusi tentang jenis-jenis
      akar dan mengelompokkan tumbuhan berdasarkan jenis akarnya.
h.   Menyimpulkan  pelajaran
 i.   Mengadakan post tes
      2. Pelaksanaan Penelitian   
a.   Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun
b.   Melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran siswa.
c.   Melakukan tindakan khusus kepada siswa yang memerlukan bimbingan.
     3. Melakukan Pengumpulan Data
a.   Mencatat nilai evaluasi siswa
b.   Mencatat hasil pengamatan terhadap sikap siswa
c.   Menganalisis hasil pembelajaran
e    Melakukan refleksi terhadaphasil analisis tindakan.

    4. Refleksi
a)       Siklus I
Siswa belum semuanya memperhatikan penjelasan guru ketika guru sedang menjelaskan, siswa juga belum seluruhnya aktif dalam kerja kelompok/ diskusi, tercatat juga siswa kurang mengerti terhadap maksud kalimat atau bahasa yang diucapkan guru. Hal ini disebabkan guru kurang menggunakan contoh/ ilustrasi dan penekanan serta alat peraga yang menarik, guru juga tidak memberikan tugas secara individu dalam diskusi/ kerja kelompok, juga guru kurang memberi penekanan-penekanan terhadap kata baru atau kata kunci yang menjadi permasalahan.
b) Siklus II
Siswa sudah mulai memperhatikan apa yang dijelaskan oleh guru, siswa juga mulai aktif berkomunikasi dengan anggota kelompoknya dan mencatat hasil diskusi secara individual, tetapi para siswa kurang aktif ketika diskusi klasikal atau menanggapi kelompok lain ketika presentasi di depan kelas. Namun ada perkembangan yang lebih baik, siswa mulai mengerti bahasa yang dimaksud seperti, bagian-bagian, jenis-jenis, fungsi, bahwa kata-kata tersebut mengandung arti dan maksud yang berbeda.
c) Siklus III
Siswa mulai menunjukkan perkembangan yang lebih baik dari pembelajaran sebelumnya. Siswa sudah aktif memperhatikan penjelasan guru, aktif berdiskusi dan  memahami kata kunci  dalam pokok  bahasan  yang  menjadi tujuan pembelajarannya. Siswa lebih respon dalam diskusi kelas/ presentasi ataupun tanya jawab. Hal ini disebabkan karena guru sudah menggunakan metode dan alat peraga yang sesuai , serta  cara menjelaskan dan membimbing diskusi kecil dengan lebih intensif. Walau pada tes akhir ada saja siswa yang mau menyontek dari temannya tapi segera bisa diatasi dengan cara mendekati dan diberi  teguran.

  

DAFTAR PUSTAKA
Bruner, J. (1960). The Process of Education. Cambridge, MA: Harvard    
              University Press
Cenei (1986). Tujuan Penerapan Metode Demonstrasi. Boston: Allyn &
              Bacon. Mujiono.(1986). Keterampilan Dasar Mengajar Matematika.
              Jakarta: Intan Pariwara.
Miarso, Yusufhadi. (2004). Menyemai benih Teknologi Pendidikan. Jakarta
              Pustekkom Diknas bekerjasama dengan Kencana
Reuseffendi (1990).  Macam-macam Metode. Jakarta: Bina Aksara.
Winarno (1980). Pengertian Metode Demonstrasi. Jakarta: Rineka Cipta.

   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar